Ria' Sang Penyakit Hati

Share:

"Ya Allah, aku meminta perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan Engkau dengan sesuatu, sedangkan aku mengetahui hal itu. Dan aku meminta perlindungan kepada Engkau dari tindakan menyekutukan-Mu dengan sesuatu dan aku tidak tahu.” (Ahmad No. 19235 dan Ibnu Syaibah dalam AL-Mushannaf no. 25283.)
Penyakit hati yang mengancam kemurnian akidah umat Islam adalah  sifat ria' yang masih wujud walaupun ia dibenci Allah. Ria' dapat membinasakan segala kebaikan dan pahala amal soleh seseorang. Sifat riak bisa dihindari dengan memperkuat dan mempertingkatkan iman sementara hati, senantiasa takut akan azab dan siksaan Allah di akhirat nanti.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ-ن ۚ وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ
"Nun, demi pena dan apa-apa yang mereka tuliskan"

Imam Al-Ghazali berkata, riak adalah mencari kedudukan pada hati manusia dengan memperlihatkan kepada mereka hal kebajikan. Imam Habib Abdullah Haddad pula berpendapat, riak ialah men
untut kedudukan atau minta dihormati orang banyak dengan amalan yang ditujukan untuk akhirat.

Ria' adalah perbuatan yang semata-mata bertujuan mengharapkan sanjungan, pujian atau penghormatan orang lain. Hal ini bertentangan kehendak Islam yang menyeru umatnya beramal atau melakukan perkara kebajikan dengan hati ikhlas mengharapkan keredaan Allah.

Jika penyakit ria' dibiarkan terus menerus bersarang dalam hati seseorang, lama kelamaan ia akan membinasakan kemurnian akidah, keluhuran akhlak dan kesempurnaan amal umat Islam. Memang ada kalangan umat Islam yang melakukan sesuatu amalan kebajikan atau ibadah hanya untuk mengaburi mata orang .

Mereka melakukan kebajikan atau ibadah untuk menunjukkan bahwa diri mereka itu baik, pemurah, warak atau rajin beribadah.
Mereka lakukan perkara itu karena didorong hawa nafsu yang senantiasa berusaha merusak mereka yang lemah imannya.

Rasululloh senantiasa mengingatkan kita supaya menjauhkan diri dariperbuatan ria'. Beliau bersabda: 
Awaslah kamu jangan mencampuradukkan antara taat pada Allah dengan keinginan dipuji orang (ria'), niscaya gugur amalanmu (Hadis riwayat Ad-Dailami)
Kutip

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُواْ إِلَى الصَّلاَةِ قَامُواْ كُسَالَى يُرَآؤُونَ النَّاسَ وَلاَ يَذْكُرُونَ اللّهَ إِلاَّ قَلِيلاً
"Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk salat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan salat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali."(An-Nisa 4: Ayat 142)